Kamis, 25 Januari 2018

Berikut benda rumah yang bisa merusak paru-paru

Berikut benda rumah yang bisa merusak paru-paru,- Gangguan pada paru-paru memang sangat menyusahkan. Kebanyakan dari Anda akan langsung menyalahkan polusi udara di luar yag makin memburuk.

Nah, itu merupakan kecenderungan manusia yang tidak melihat hal-hal buruk dan bahaya yang ada di sekitar dulu. Padahal beberapa penyebab gangguan paru-paru. Misalnya saja benda-benda yang ada di rumah. Benda-benda tersebut ternyata juga memiliki efek untuk memperburuk kondisi paru-paru Anda

 Penyedot debu
Mesin penyedot debu ternyata juga belum tentu aman. Debu-debu yang masuk ke dalam mesin bisa saja menyusup ke saluran pernapasan saat Anda membersihkan mesin tersebut di luar rumah. Untuk itu, tetap hati-hati dengan benda ini karena juga dapat menyebabkan paru-paru rusak dan gangguan pernapasan.

 Furnitur Kayu
Furnitur kayu tua dengan banyak sekali ukiran serta detail ternyata dapat mengikat debu. Bahkan debu yang tebal. Tentu saja hal itu dapat menyebabkan alergi, penyakit pernapasan, dan dalam kasus yang ekstrem dapat mengarah pada kerusakan pada paru-paru.

 Karpet
Karpet juga dapat mempengaruhi kondisi paru-paru Anda. Terutama karpet yang tebal karena dapat menjebak banyak sekali mikroba dan partikel debu di dalamnya. Jika Anda tidak membersihkanya secara teratur maka bisa meningkatkan gangguan pernapasan dan kerusakan paru-paru.

 Cairan pemutih
Cairan pemutih memiliki kandungan klorin atau amonia yang biasanya digunakan unuk membersihkan porselen. Akan tetapi bahan tersebut ternyata mampu mempengaruhi sel-sel paru-paru ketika diirup dan juga dapat menyebabkan asma atau sesak napas.

Senin, 15 Januari 2018

Benarkah paru-paru basah disebabkan karena tidur di lantai

Benarkah paru-paru basah disebabkan karena tidur di lantai,- Tentu Anda sering mendengar kata-kata ini, "Jangan tidur di lantai, nanti kena paru-paru basah". Tapi benarkah tidur di atas lantai bisa menyebabkan penyakit paru-paru basah?

Sebenarnya istilah paru-paru basah sendiri tidak dikenal dalam dunia medis. Penggunaan istilah ini lebih populer di kalangan masyarakat awam. Lalu apa penyebab penyakit ini?

Menurut Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Paru RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dr. M. Harun, penyakit paru-paru ini lebih disebabkan oleh kuman, virus dan jamur. Penyebabnya karena pencemaran udara, makanan dan minuman yang terkontaminasi dan ruangan yang lembab.

Tanda dan ciri-ciri penyakit paru-paru basah adalah adanya batuk yang tak mau berhenti. Batuk ini bisa jadi indikasi adanya infeksi baik itu terjadi pada tenggorokan maupun paru-paru.

Infeksi ini menyebabkan cairan berlebihan di dalam rongga pleura. Pleura adalah lapisan tisu tipis yang menutupi paru-paru dan melapisi dinding bagian dalam rongga dada. Melindungi dan membantali paru-paru.

Jaringan ini mengeluarkan sejumlah kecil cairan yang bertindak sebagai pelumas yang memungkinkan paru-paru untuk bergerak dengan lancar di rongga dada saat bernapas. Namun ketika cairan tersebut berlebihan dan menumpuk maka bisa menimbulkan gejala-gejala tertentu, seperti nyeri dada saat menarik dan membuang napas, batuk, demam serta sesak napas.

Gejala efusi pleura biasanya terasa jika kondisi ini sudah memasuki level menengah atau parah. Jika penumpukan cairan masih tergolong ringan, biasanya penderita tidak akan merasakan gejala apa-apa. Efusi pleura bukan merupakan suatu penyakit melainkan sebuah gejala serius yang dapat mengancam jiwa penderita.

Gejala efusi pleura biasanya terasa jika kondisi ini sudah memasuki level menengah atau parah. Jika penumpukan cairan masih tergolong ringan, biasanya penderita tidak akan merasakan gejala apa-apa.

Pada keadaan normal, rongga pleura hanya mengandung sedikit cairan sebanyak 10-20 mililiter yang membentuk lapisan tipis pada pleura parietalis dan viseralis. Fungsi utama sebagai pelicin gesekan antara permukaan kedua pleura pada waktu pernafasan.

Penyakit-penyakit yang dapat menimbulkan efusi pleura adalah tuberkulosis, infeksi paru non-tuberkulosis, keganasan, sirosis hati, serta gagal jantung kongestif.

Ketika Anda mendapati batuk yang tak kunjung berhenti, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan dan obati dengan benar. Sebab penyakit paru-paru basah bisa bertambah parah jika tidak mendapat pengobatan dari awal.

Jumat, 05 Januari 2018

Apa yang dimaksud dengan penyakit paru-paru basah

Apa yang dimaksud dengan penyakit paru-paru basah,- Setiap minggu, merdeka.com membuka layanan tanya jawab seputar masalah kesehatan. Dalam proyek ini, kami bekerja sama dengan tim dokter dari meetdoctor.com yang akan memberi jawaban atas pertanyaan yang disampaikan oleh pembaca. Berikut adalah salah satu pertanyaan yang sudah sampai di redaksi merdeka.com.

Pertanyaan
Dok, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan penyakit paru-paru basah? Kemudian penyakit ini disebabkan oleh apa? Rensi, 21 tahun.

Jawaban
Halo. Paru-paru basah merupakan istilah yang digunakan masyarakat untuk menggambarkan suatu komplikasi tuberkulosis (TBC) pada selaput paru/pleura.

Dijawab oleh dr. Rahajeng

Minggu ini merdeka.com mengusung tema seputar ASI atau Air Susu Ibu. Punya pertanyaan? Yuk kirim pertanyaan Anda ke support@merdeka.com. Jangan lupa sertakan alamat akun media sosial Anda juga yah.

Rabu, 03 Januari 2018

Ketahui Pengungsi Rohingya menderita penyakit diare dan paru paru basah

Ketahui Pengungsi Rohingya menderita penyakit diare dan paru paru basah,- Relawan organisasi kemanusiaan global Aksi Cepat Tanggap (ACT) mencatat sejumlah pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh cenderung menderita penyakit pneumonia atau yang dikenal dengan sebutan paru-paru basah.

"Kami mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di dua tempat berpindah-pindah melihat situasi dan kondisi. Lokasi poskonya di Waikong Union dan Shamlapur Union, Bangali Bay," kata Ketua Tim SOS ACT untuk Rohingya, Rahadiansyah, saat dihubungi Antara dari Jakarta.

Per harinya, ACT memberikan pemeriksaan kesehatan kepada 500 orang pengungsi. Data yang didapat oleh tim kesehatan, ACT menemukan sebanyak 30 persen pengungsi di Waikong Union menderita pneumonia.

Sementara itu, tim kesehatan di Shamlapur Union, Bangali Bay menemukan 60 persen kasus pneumonia diderita pengungsi. Selain itu, masalah kesehatan kedua yang banyak diderita pengungsi Rohingya adalah demam sebesar 35 persen di Waikong Union dan 50 di Shamlapur Union.

Beberapa pasien di Shamlapur Union juga mengalami penyakit pneumonia yang disertai demam. ACT mencatat terdapat 125 pengungsi mengalami luka di Waikong Union, sementara di Shamlapur Union sebanyak 10 orang terluka karena berbagai sebab.

"Selain itu ada juga yang terkena diare karena bakteri dari air kotor," tambah Rahadiansyah menjelaskan data kesehatan.

Dia mengatakan, posko kesehatan menyediakan empat orang dokter dan dua perawat yang beroperasi di masing-masing lokasi per dua hari.

Koordinasi bantuan Selain itu terkait pendirian tenda bantuan dari Indonesia, keterangan dari pemerintah daerah Cox's Bazar menjelaskan akan didirikan pada Rabu (20/9).

"Katanya baru besok mau dipasang. Pihak BNPB dan KBRI juga berkoordinasi dengan District Comissioner Cox's Bazar," jelas Rahadiansyah.

Sementara itu, Komandan Satgas Civic Mission TNI AU dalam pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Rohingya, Marsma TNI Nanang Santoso, mengatakan pemerintah Indonesia juga akan mengirimkan bantuan melalui pemerintah Myanmar.

Pesawat C130 Hercules TNI AU yang terbang dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu (20/9) akan singgah di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh sebelum menuju Yangoon, Myanmar.

"Dua pesawat akan diberangkatkan rencananya dari Bandara Sultan Iskandar Muda ke Yangoon pada Kamis (21/9)," jelas Nanang kepada Antara dalam pesan singkatnya.

TNI AU menyiagakan total empat pesawat untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Bangladesh maupun Myanmar.

Pemerintah Indonesia hingga pada Selasa telah mengirimkan total bantuan kemanusiaan seberat 78 ton yang tediri atas bahan pangan, tenda, perlengkapan kebutuhan keluarga hingga generator listrik.